Curhat Petani yang Tanaman Jagungnya Mati Saat Akan Berbuah

oleh -3.140 views
Beberapa utusan dari Poktan yang diterima Dinas Pertanian Tobasamosir. ORBIT/Raju Tam

Tobasa-ORBIT: Empat Kelompok Tani (Poktan) yang berasal dari Kecamatan Sigumpar mendatangi Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Tobasamosir.  Mereka adalah Koptan Maju Jaya, Tani Marsada, Tani Silabi, dan Harapan Makmur.

Didampingi Pemerhati Bonapasogit Parlin Sianipar, dan Ketua Umum LSM Pisod Kardo Pardede, mereka hendak menemui kepala dinas untuk mengadukan masalah bibit jagung yang mereka tanam.

Sayanya, mereka tersebut tidak berhasil bertemu langsung Kadis Pertanian dan Perikanan Tobasamosir dengan Lintong Sitorus, karena yang bersangkutan sedang tugas luar. Empat Poktan tersebut akhirnya bertemu langsung dengan Kabid TPH Marlin Marpaung.

Menurut Poktan, bibit jagung yang mereka terima pada waktu lalu dengan jenis bisi 228, pada saat pertumbuhan masih kelihatan bagus, namun menjelang saat mau berbuah batang jagungnya sudah duluan layu dan mati. Hasil panennya banyak yang busuk.

Menanggapi keluhan Poktan, Marlin Marpaung membenarkan bahwa bibit jagung yang diterima Poktan adalah Bisi 228, merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang sepertinya tidak cocok di wilayah Tobasamosir.

“Bibit jenis bisi 228 tidak tahan dengan curah hujan yang tinggi, dan kami hanya sekadar membagikan bagi Poktan yang ada di Tobasamosir, sebab bibit jagung bisi 228 itu asalnya dari Pemerintah Pusat dan anggarannya bukan dari APBD Tobasamosir,” ungkapnya.

Marlin Marpaung berjanji tidak akan membagikan bibit jagung dengan jenis bisi 228 lagi di Tobasamosir, dan akan memberikan bibit yang baru dengan jenis Pioner, dan akan memberikan bantuan satu unit traktor untuk dipakai sementara kepada poktan.

Harapan Marlin kepada Poktan, supaya secepatnya membuat permintaan bibit jagung secara tertulis lengkap dengan jenis bibit jagung yang diinginkan poktan.

Parlin Sianipar selaku Pemerhati Bonapasogit menyarankan dan berharap terhadap Dinas Pertanian supaya membuat solusi terhadap kerugian yang dialami Poktan yang ada di wilayah Tobasamosir.

“Dinas Pertanian dan Perikanan jangan lagi membagikan jenis bibit jagung bisi 228, berilah pada petani jenis bibit yang memang cocok untuk ditanam di wilayah Tobasamosir,” ucapnya.

“LSM Pisod siap bekerjasama dengan Pemkab Tobasamosir, terlebih di bidang program pengembangan ekonomi masyarakat tani Tobasamosir, saran saya pada dinas ini berilah apa yang dibutuhkan warga dalam hal ini melalui Poktan,” ucap   Kardo Pardede. On-Raj