Ciptakan E-Parking, Bobby Nasution Wali Kota Medan Pertama Selamatkan PAD Parkir

oleh -87 views
Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Kadishub Iswar meninjau penerapan E Parkir di Medan (foto/ist)

MEDAN| Di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perparkiran menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Sebab, sering terjadi kebocoran selama ini sehingga target yang telah ditetapkan acap kali tidak tercapai. Padahal potensi parkir cukup besar sehingga jika dikelola dengan baik tentunya dapat menjadi primadona untuk pemasukan PAD Kota Medan.

Menyikapi kebocoran itulah, Bobby Nasution pun menerapkan sistem digitalisasi dalam pengelolaan parkir di Kota Medan. Kebijakan ini merupakan kali pertama dilakukan seorang Wali Kota di Kota Medan dalam upaya menyelamatkan kebocoran PAD dari sektor perparkiran. Setelah berhasil di Kawasan Kota Lama Kesawan, Bobby Nasution ingin titik e-parkind ditambah. Untuk itu, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan dalam waktu dekat ini akan menambah titik e-parking. Ada 22 titik lokasi e-parking di 8 kawasan di Kota Medan akan menerapkan sitem digitalisasi melalui e-parking. Selain mencegah kebocoran, Bobby Nasution pun berharap melalui e-parking ini semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat saat membayar parkir.

Selain itu, menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut juga mengungkapkan, penerapan e-parking ini dilakukan untuk membantu Pemko Medan melihat, memantau, mengecek serta memastikan besaran PAD yang didapat dari sektor perparkiran tersebut.

“Penerapan sistem digitalisasi melalui e-parking dengan pembayaran non tunai akan terus diupayakan. Sebab, melalui e-parking ini akan memberikan dua manfaat. Pertama bagi masyarakat tentunya mempermudah pembayarannya, sedangkan yang kedua bagi Pemko Medan untuk mempermudah memantau berapa sebenarnya PAD yang masuk atau diterima dari sektor perparkiran,” kata Bobby Nasution.

Diakui Bobby Nasution, selama ini pemasukan yang diperoleh dari sektor perparkiran belum termonitor dengan baik. Sebagai contoh, terangnya, apakah di satu ruas jalan dalam satu bulan masuknya sebesar Rp. 20 juta itu apakah sudah rill atau malah banyak yang beralih masuk ke kantong pribadi ataupun orang yang tidak bertanggung jawab. “Jadi melalui e-parking ini, selain ingin melihat pemasukan yang rill, juga untuk mencegah terjadinya kebocoran sumber PAD,” ungkapnya.