Budaya Batak Jadi Daya Tarik Danau Toba untuk Turis

oleh -157 views

Catatan Karyadi Bakat (Redaktur Senior Harian Orbit)

Kearifan lokal masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan internasional (mancanegara), karena apa yang akan disaksikan di suatu daerah menjadi kenangan tersendiri sampai kapan pun dan suatu saat nantinya mereka akan terkenang dan kembali lagi.

Sumatera Utara sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Tanah Air, memiliki keunggulan itu. Keanekaragaman budayanya begitu memiliki daya tarik, tidak saja bagi turtis asing tetapi juga wisatawan Nusantara.

Jika mau jujur, letak geografis Sumatera Utara begitu sangat mendukung alias dekat dari berbagai arah terutama di Asean dan tidak sulit ditempuh, baik melalui laut maupun udara. Faktor ini sesungguhnya yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku industri pariwisata.

Dukungan pemerintah juga penting dalam mengeksploitasi potensi yang ada tersebut, tak hanya memberi fasilitas sarana dan prasarana sesuai standar Internasional, tetapi juga tingkat kenyamanan sebagai faktor penting untuk mendukung itu semua.

Sekilas jika dibandingkan dengan Bali, secara umum setiap wisatawan pemikirannya Kuta yang elok dengan pantainya. Jujur memang, Pantai Kuta memiliki sarana dan prasarana mumpuni, didukung dengan kearifan lokalnya yang luar biasa.

Sumatera Utara identik dengan Danau Toba, yang memiliki keunikan luar biasa baik alam maupun tempatnya yang terbilang bak mutiara tersembunyi. Jika anda pernah ke Kuta Bali mungkin sudah bisa membandingkan Kuta Bali cuma laut dalam artian wisata air seperti banana boat, sampan dayung atau main layang, sedangkan Danau Toba selain wisata laut juga ada pegunungan yang bisa ditelusuri, lokasi-lokasi budaya Batak yang unik dan lainnya, mungkin hanya bermain selancar angin yang tidak bisa. Nah, tinggal kita yang memanage-nya.

Patut Bangga

Dalam sebuah diskusi tentangt pariwisata yang diselenggarakan belum lama ini, bertajuk Wisata Edukasi Tematik Nusantara di Danau Toba menampilkan seorang Tour Guide sekaligus pengurus Himpunan Pariwisata Indonesia disebutkan, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang patut dibanggakan. Turis pun tertarik untuk mengetahui lebih dalam budaya di negara kita.

“Indonesia itu kurang lebih memiliki sekitar 714 suku budaya, banyaknya. Bahasanya lebih dari 1.000 bahasa.” sebut Juliana sang pembicara.

Dikatakan, suatu suku disebut tua kalau dia sudah memenuhi tiga kriteria, yaitu punya bahasa, tulisan dan hukum adat istiadat sendiri. Suku Batak memiliki ketiganya, jadi wajar saja jika budaya yang dimiliki membuat turis asing tertarik.

“Suku Batak ini merupakan salah satu kebudayaan atau merupakan salah satu suku tertua yang ada di Indonesia,” kata Juliana, seperti yang dilansir dari Detik.com.

Apa lagi Kaldera Toba di Sumatra Utara pun telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Tentunya ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Sumatera Utara

“Sebelum UNESCO diresmikan, tujuan wisatawan mancanegara itu Samosir. Nah, sekarang UNESCO sudah diresmikan, kemungkinan besar seluruh geosite pasti dilirik tamu domestik dan internasional,” kata Juliana.

Menurut Juliana yang sudah menjadi tour guide sejak tahun 2012, wisatawan mancanegara lebih tertarik dengan budaya yang ada di Toba. Sedangkan wisatawan nusantara justru lebih fokus kepada pemandangan alam yang ada.

“Kalau wisatawan mancanegara biasanya budaya, kalau wisnus biasanya lebih ke alam yg bisa foto,” kata Juliana.

Danau Toba memiliki berbagai destinasi yang memiliki kearifan lokal seperti di Huta Tinggi di mana wisatawan bisa mempelajari kepercayaan Batak kuno atau ke Desa Lumban Suhi Suhi dimana ulos dibuat.

“Biasanya kalau wisatawan manca lebih tertarik kalau kita bawa mereka ke tempat-tempat yang ada kearifan lokalnya, contoh, kita bawa mereka ke tempat tenun ulos, kita bawa mereka lihat bajak sawah pake kerbau, dan lain-lain,” kata Juliana.

Wisatawan mancanegara saja sangat tertarik dengan budaya yang ada di Indonesia. Kita patutlah bangga dan meningkatkan rasa ingin tahu kita terhadap kearifan lokal yang ada di Indonesia.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.