Buat Polemik, Hasyim SE Diadukan ke DPP PDIP

oleh -1.689 views
Saharuddin SH salah seorang warga Medan melapor ke DPP PDIP Jakarta terkait penentuan Ketua DPRD Kota Medan Priode 2019-2024.

MEDAN Polemik soal dukungan 18 Organisasi terhadap Hasyim untuk menjadi Ketua DPRD Medan terus membuat gaduh.

Apalagi, beberapa organisasi yang disebut sudah mendukung Hasyim seperti Banom NU dan lainnya akhirnya membantah membantah memberikan dukungan terhadap Ketua DPC PDIP Kota Medan tersebut.

Melihat hal itu, beberapa warga Medan menyampaikan aspirasi tertulis kepada Ketua Umum DPP PDIP Hj Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Mereka meminta agar Megawati Soekarnoputri lebih objektif dalam memutuskan Ketua DPRD Medan periode 2019-2024 mendatang.

Salah satu warga yang melaporkan adalah Saharuddin. Sahar panggilan akrab bagi tokoh masyaraakat Medan utara ini mengatakan tujuan mereka mendatangi DPP PDIP di Teuku Umar, Jakarta ialah untuk memberikan informasi yang ada di Medan terkait polemik calon Ketua DPRD Medan terhadap Megawati agar objektif menentukan Ketua DPRD Medan priode 2019-2024 mendatang.

“Ini murni aspirasi, kita menyampaikan informasi yang tengah berpolemik di Medan dimana Hasyim mengklaim sudah memperoleh dukungan dari Banom NU dan beberapa Ormas untuk jadi Ketua DPRD Medan, namun malah dibantah oleh pihak yang disebut mendukung.

“Kita harap DPP PDIP segera memanggil Hasyim untuk mengklarifikasi persoalan ini . Kalau ternyata dukungan itu bodong alias tidak benar maka akan menimbulkan kebingungan di masyarakat. ” kata Saharuddin, Rabu (4/9/2019) via seluler.

Saharuddin mengaku, ia sangat menyayangkan terjadinya polemik ini. Terlebih, adanya beberapa ormas yang berbasis keagaman yang disebut-sebut telah mendukungnya namun membantah dukungan itu.

“Kalau dia ingin menunjukkan eksistensinya agar diakui ditengah-tengah umat beragama. Tak perlulah seperti itu. Kalau emang dia pantas, kenapa harus dipaksakan dukungan seperti itu,” katanya.

Untuk itu, ia mendesak agar DPP segera memanggil Hasyim agar segera mengklarifikasi hal tersebut. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kegaduhan.

“Kalau DPP PDIP akhirnya memilih Hasyim jadi Ketua DPRD Medan , kita kecewa. Tapi ini agar DPP PDIP tahu, Hasyim harus memberikan klarifikasi terbuka. Karena kepercayaan publik itu penting. Kalau terjadi kegaduhan, nggak baik untuk DPP PDIP dan warga Medan,” kata Hasyim lagi.

Sahar berharap DPP PDIP objektif menentukan 3 calon ini. Plus minus mereka pasti adalah. Makanya kita harap Ibu Mega membuat keputusan yang betul-betul memikirkan kepentingan masyarakat Medan,” harapnya.

Reporter : Satria