BPFK Medan : Sejak 2018 RS Pringadi Tidak Ajukan Pengujian Regulator Oksigen

oleh -26 views

MEDAN| Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) melakukan klarifikasi kepada Balai Pengawasan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan terkait kasus tabung oksigen kosong di RSUD Pirngadi Medan yang diduga menyebabkan meninggalnya seorang pasien.

Hadir langsung di Ombudsman Kepala BPFK Medan Wahyudi Ifani.

Dari klarifikasi terhadap Wahyudi terungkap fakta bahwa seluruh regulator tabung oksigen di RS milik Pemko Medan ini tak pernah dilakukan pengujian atau kalibrasi selama beberapa tahun terakhir.

“Pengajuan kalibrasi memang selama beberapa tahun terakhir, Rumah Sakit Pirngadi tidak mengajukan kalibrasi terkait regulator oksigen. Hanya alat-alat kesehatan yang lain,” kata Wahyudi menjawab wartawan di Ombudsman, Jumat (4/6/2021).

Hal itu diakuinya sudah berlangsung sejak 2018. “Jadi di data kami tidak ada untuk menyatakan alatnya itu bagus atau tidak karena memang pengajuan untuk regulatornya tidak ada,” jelasnya.

Berdasarkan ketentuan kata Wahyudi, seluruh alat medis di rumah sakit wajib dilakukan pengujian secara berkala minimal setiap satu tahun sekali. Tujuannya adalah untuk memastikan alat medis berfungsi dengan baik.