BKKBN Komitmen Ingin Tuntaskan Masalah Stunting

oleh -724 views
ektama BKKBN, Nofrijal berfoto bersama dengan ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut. Jumat (10/5/2019) Orbit/Antonius Samosir

Medan-ORBIT: Stunting atau kurang gizi kronis masih menjadi salah satu masalah di Indonesia.

Sehingga untuk mencegahnya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki tugas untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi bagi orangtua untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang balita.

Hal itu dikatakan Sekretaris Utama (Sektama) BKKBN, Nofrijal kepada Harian Orbit, Jumat (10/5/2019) pada kegiatan “Pembinaan Aparatur Sipil Negara Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara didampingi sekretaris Perwakilan BKKN Provinsi Sumut, Yusrizal Batubara.

Pria Kelahiran Tanah Datar 11 November 1960 ini menambahkan bahwa BKKBN memiliki banyak agenda termasuk dalam hal penurunan kasus stunting. 

“Tugas BKKBN dalam penurunan balita stunting ini lebih kepada pengasuhan keluarga. Membuat program peningkatan keterampilan orang tua dalam mengasuh anaknya, terutama mengkampanyekan pendewasaan usia menikah, juga mengedukasi masyarakat terutama perempuan untuk perencanaan kehamilan,” katanya.

Menurutnya salah satu penyebab utama stunting karena ketidaktahuan orangtua terutama pada ibu hamil dan bersalin tentang pentingnya gizi untuk anak-anaknya. 

“Nah, ketidaktahuan inilah yang menjadi masalah. Sampai saat ini di Indonesia masih ada 1 dari 3 anak yang masih stanting meskipun angka itu berubah dari 2016-2017.  Melihat kondisi itu sehingga BKKBN ingin komitmen menuntaskan stanting tersebut,” terangnya.

Pria Lulusan master of counseling and guidance di New Mexico Highlands University ini menjelaskan salah satu peran BKKBN untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada orang tua tentang stunting.

“Mengenai kasus stunting sekarang sudah dikeroyok rame-rame di bawah kepemimpinan Wapres Jusuf Kalla dan harus turun di bawah 20% pada RPJM Tahun 2015-2019,” tegasnya.

Dikatakanya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam stunting yaitu  penyebabnya.

“Pertama mengenai infrastruktur di lingkungan atau di pedesaan terutama infrastruktur yang kurang mendukung seperti sanitasi. Kedua pengetahuan orangtua balita supaya terhindar dari stunting atau ilmu dan keterampilan orang tua. Di sinilah peran BKKBN untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada orang tua tentang stunting sehingga anak-anak mereka terhindar stanting,” ujarnya. Om-11