Bawaslu: Penjual dan Pembeli C6 Masuk Penjara

oleh -148 views

SALAK | Komisioner Badan Pengawas Pemilihan (Bawaslu) Kabupaten Pakpak Bharat masyarakat untuk tidak memperjualbelikan surat panggilan memilih atau C6 sebab dengan alasan apapun. Bawaslu menegaskan, pembeli dan penjual C6 bisa dipenjara karena sudah termasuk pemalsuan dokumen.

Hal demikian dikatakan Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga (Kordiv PHL) Bawaslu Pakpak Bharat, Saut Boangmanalu, S.Th, MM dimintai tanggapannya soal beredarnya informasi di media sosial C6 bisa diperjualbelikan, Minggu (6/12/2020) melalui telepon selulernya.

Saut menghimbau, jika ada masyarakat mendapat informasi atau melihat langsung C6 diperjualbelikan silahkan segera dilaporkan kepada Bawaslu atau penyelenggara lainnya. Saut mengatakan, laporan masyarakat tersebut akan segera diproses dan diberikan sanksi tegas bila ada orang-orang atau oknum tertentu untuk memperjual belikan C6.

No More Posts Available.

No more pages to load.