Bantuan Pemerintah Untuk Pengungsi Sinabung Diduga Tidak Sesuai Juknis

oleh -252 views

TANAH KARO | Pengungsi korban letusan Gunung Sinabung yang termasuk dalam program Relokasi Mandiri mulai mempertanyakan bantuan dari pemerintah. Diduga bantuan yang diterima tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis).

Salah satu pengungsi asal desa Berastepu Mutlak Ginting, ikut dalam program Relokasi Mandiri (Relokasi Tahap II) yang tinggal di Hamparan Juma Ture Ture desa Gajah menyebutkan, di Hamparan Ture Ture tidak ditemukan 30% lahan bebas untuk dibangun fasilitas sosial seperti Gereja, Mesjid atau balai pertemuan warga (Jambur).

“Kami melihat di Hamparan lainnya kok ada, kenapa di tempat kami (Hamparan Ture Ture) tidak ada,” kata Mutlak kepada orbitdigitaldaily.com kemarin.

Menurut Mutlak, dia bersama warga lainnya sempat mempertanyakan terkait lahan 30% ini kepada pihak pengembang dan Tim Pendamping Relokasi Mandiri (TPRM), tapi tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas.

“Kata mereka lahan 30% itu sudah digunakan untuk fasilitas jalan dan lahan tempat bangunan sarana air bersih di komplek ini. Bukannya itu berbeda lagi?” ujarnya.

Selain itu katanya, bantuan stimulan usaha tani dan bantuan pendampingan sosial ekonomi seperti bantuan isian rumah dan jatah hidup (Jadup) juga belum pernah mereka terima sejak penyerahan rumah pada tahun 2019 lalu.