Babak Baru Alat PCR Langkat, Komisi E DPRD Sumut: Kita Segera Panggil Kadinkes Langkat dan PT Giri Jaya Makmur

oleh -120 views

MEDAN| Polemik pengadaan peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR) Kabupaten Langkat memasuki babak baru.


Komisi E DPRD Sumut yang membidangi kesehatan menegaskan akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Langkat beserta PT Giri Jaya Makmur terkait munculnya riak di masyarakat dalam pembelian peralatan PCR senilai Rp2,4 miliar.

Ketua Komisi E DPRD Sumut, Dimas Tri Adji S.I. Kom, mengatakan pemanggilan itu sejalan dengan kecurigaan pihaknya karena hingga saat ini belum pernah mengetahui dan mendengar daerah mana-mana saja di kabupeten Langkat yang masuk kategori zona merah dan zona hijau.

Politisi muda Partai Nasdem ini menjelaskan, pembelian alat PCR bernilai miliaran rupiah itu untuk diagnostik atau diaqnosa untuk menentukan apakah seseorang terjangkit covid 19 atau tidak. Seharusnya dengan adanya alat PCR itu Dinkes Langkat sudah mengetahui daerah mana-mana saja yang berada di zona merah dan zona hijau.

“Sampai hari ini kami Komisi E DPRD Sumut belum mengetahui dan mendengar daerah mana saja di Kabupaten Langkat yang zona merah dan zona hijau,” kata dia, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, dengan adanya data itu Dinkes Langkat dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di sana.


“Kita curiga mengapa mereka tidak memiliki data zona hijau maupun zona merah, padahal Dinkes Langkat memiliki mobil dan alat PCR yang setiap hari beroperasi,” katanya.

Dimas pun mempertanyakan, apakah mobil dan alat PCR yang dibeli Pemkab Langkat senilai Rp2,4 miliar dengan uang rakyat tersebut bisa dioperasikan atau tidak berfungsi sama sekali.

“Komisi E DPRD Sumut sendiri mendengar keluhan masyarakat serta pemberitaan media massa bahwa alat PCR yang baru dua bulan dibeli sudah rusak,” tegasnya.

Bukan itu saja, lanjutnya, ia juga mendapat informasi bahwa alat PCR yang rusak telah diganti dengan barang yang baru namun anehnya alat yang rusak itu masih berada di tangan supplier dan belum diberikan ke Dinkes Langkat.

Sedangkan Dinkes Langkat sendiri mengaku alat PCR itu sudah beroperasi.