Awaludin Pakpahan Mengadu ke Harian Orbit

oleh -66 views
Awaludin Pakpakhan (48) saat mengadu ke kantor Harian Orbit, Rabu, (17/11/2021). Foto/Ist.

MEDAN I Seorang warga bernama Awaludin Pakpakhan (48) mengadu ke kantor Harian Orbit di Jalan Asrama Medan terkait persoalan sebidang tanah dengan tetangganya yang tak lain saudaranya sendiri.

Dengan memakai kemeja putih Awaludin Pakpahan membawa selembar kertas bermaterai Rp10 ribu berisi surat pernyataan dan sejarah tanah miliknya.

Dalam isi suratnya dikatakan bahwa alm Mahyuni yang merupakan ibu kandung Awaludin Pakpahan membeli sebidang tanah kurang lebih 12 x 10,5 m pada tahun 1980 dari saudaranya laki-laki bernama Jainuddin Harahap di Jalan platina 1, lingkungan 9, Gang Inpres, Lorong Becek No 53 Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli.

Seterusnya pada tahun 2003 alm Mahyuni bersama Sialiman merupakan anak tiri dari alm Mahyuni menjual tanah seluas kurang lebih 6 x 10,5 m kepada Binsar Manullang. Dan 2008 alm Mahyuni kembali menjual tanahnya seluas 4,10 x 10 m dengan alasan mau naik haji saat itu.

“Jadi sisa tanah tersebut kurang lebih 2 x 90 m dari semuanya 12 x 10,5 m di lokasi tanah itu saat ini berdiri rumah tingkat 2. Pada (16/11/2021) dibuat perjanjian yang isinya: Kelebihan tanah lebih dari dinding belakang rumahnya atau parit dikembalikan kepada ahli waris,” kata Awaluddin Pakpahan kepada orbitdigitaldaily.com, Rabu (17/11/2021).

Lokasi tanah 1×12 m di Jalan platina 1, lingkungan 9, Gang Inpres, Lorong Becek No 53 Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli. (Foto/Ist).

Diceritakanya pada tahun 2010 terjadi sengketa tanah perbatasan seluas kurang lebih 1 x 12 m namun persolanya selesai saat itu yang disaksikan Budiman selaku kepling lingkungan 9, Keluarahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli bersama Binsar Manullang sebagai saksi dalam pengukuran tanah saat itu.

Namun kata Awaludin pada akhir oktober 2021 Ajan Saleh Harahap yang merupakan anak dari Jainuddin Harahap mengaku bahwa tanah seluas 1 m x 12 m menjadi miliknya, namun tidak memiliki bukti atau pun surat tanah.

“Tidak ada bukti surat tapi dia mengakui tanah itu miliknya. Saya punya bukti surat bahwa tanah 1 m x 12 m itu milik saya. Makanya saya datang kesini untuk menceritakannya. Saya bingung kok jamanya pak budiman selaku kepling 9 saat itu cepat solusinya. Objek sama, suratnya sama dan orang-orangnya juga. Namun jamanya Rudi selaku kepling lingkungan 9, Keluarahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli saat ini meski persoalanya sudah terjadi selama 3 minggu namun belum selesai. Dulu pada 2010 lalu urusan tanah ini hanya lebih kurang setengah jam selesai,” ujarnya. (Red).