Anggota DPRD Taput: Semoga Proyek LPJU Rp 13 M Tak Jadi Temua APH

oleh -1.699 views
Kondisi LPJU di Jalan Sipirok - Sarulla Kecamatan Pahae Jae berada diatas trotoar. Sangat rawan bila kenderaan bus atau truk sedang berpapasan. (orbitdigitaldaily.com-Toni Huatgalung)

TARUTUNG -| Proyek Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) maupun LPJ Kota di Kabupaten Tapanuli Utara menuai kritik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Taput, Minggu (17/1/2021).

Meski penyelesaian batas akhir pekerjaan telah melewati Tahun Anggaran(TA) 2020, sejumlah LPJU masih gelap gulita bak pajangan tanpa cahaya karena belum mendapat restu pihak PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tarutung.

Anggota DPRD Taput Tombang Marbun mengatakan proyek LPJU Kota di bahu jalan maupun diatas trotoar terkesan mubajir, tak bertahan lama dan rawan akan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

“Pengamanan kabel jaringan instalasi listrik perlu diperhatikan. Jangan nanti, suatu ketika kabel terbuka atau terkelupas sangat rawan akan sengatan listrik serta mengancam keselamatan warga. Maka pihak terkait perlu memperhatikannya lebih lanjut. Apalagi tata letak titik LPJU sangat mempengaruhi estetika kota, “ujar Tombang kepada orbitdigitaldaily.com, Jumat (15/1/2021).