Anggota DPRD Palas Jadi Tahanan Rumah, Cuma Sebulan ‘Nginap’ di Rutan,

oleh -2.751 views

Palas-ORBIT: Oknum anggota DPRD Padanglawas (Palas) inisial TSHD yang sudah menyandang status terdakwa kini menghirup udara ‘bebas’.

 Oknum anggota dewan tersebut hanya ditahan sekitar satu bulan setelah pihak Polda Sumatera Utara melimpahkan kasus dugaan penipuan tersebut ke Pengadilan Negeri Sibuhuan untuk disidangkan.

Oknum anggota dewan ini ditahan pada 13 Februari lalu di Rutan Sibuhuan, kemudian menjadi tahanan rumah pada  14 Maret.

Ketua Pengadilan Negeri Sibuhuan melalui Kepala Humas PN Sibuhuan Yustika Tatar Fauzi Harahap (red-poto) saat dikonfirmasi terkait status bebasnya oknum anggota dewan tersebut,  pihak humas PN Sibuhuan membantah hal itu.

Menurut Yustika terdakwa tidak ada dibebaskan, hanya saja menjadi tahanan rumah.

“Bukan dibebaskan, terdakwa itu hanya dijadikan tahanan rumah dan itu sudah sesuai SOP yang berlaku, karena status terdakwa belum ada diputuskan ditahan atau dilepaskan,” kata Yustika kepada wartawan Rabu (10/4) di kantor PN Sibuhuan Jalan Kihajar Dewantara Sibuhuan.

Alasan dijadikannya terdakwa menjadi tahanan rumah kata Yustika, karena terdakwa membuat surat permohonan kepada ketua PN Sibuhuan/ Majelis Hakim supaya pengalihan status tahanan Rutan menjadi tahanan rumah.

Selain terdakwa, pihak pengacara terdakwa dan istri terdakwa juga dalam setiap persidangan membuat surat permohonan penangguhan penahanan.

“Bukan hanya itu, termasuk ada penyerahan uang jaminan Rp100 juta yang disetorkan ke rekening PN Sibuhuan,” ungkap Yustika.

Di samping uang jaminan, terdakwa juga mengajukan surat permohonan untuk berobat dengan alasan sakit. “Jadi ada juga surat permohonan izin berobat karena sakit, ada surat dari Puskesmas Huristak yang menyatakan terdakwa berobat, ada juga hasil pemeriksaan rongsen dari lab,” jelas Yustika.

Selain itu tambah Yustika, alasan membuat terdakwa jadi tahanan rumah berdasarkan pertimbangan  hakim, karena terdakwa tidak akan melarikan diri, terdakwa juga tidak akan menghilangkan barang bukti serta tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.

“Jadi kita perkirakan ada empat kali sidang lagi, dan sidang selanjutnya mendengarkan saksi meringankan dari pihak terdakwa, dan kita perkirakan awal Mei nanti sudah ada putusanlah,” papar Yustika.

Ketika ditanyakan bagaimana aturan seseorang  terdakwa yang menyandang status tahanan rumah apakah dibenarkan keluar rumah, Yustika menegaskan tidak boleh.

“Namanya juga status tahanan rumah, itu artinya tidak boleh keluar rumah, dan kalau statusnya tahanan kota yang bersangkutan tidak boleh meninggalkan daerah itu, itu maksud dari tahanan rumah dan tahanan kota,” jelas Yustika.

Seperti diketahui  kasus yang menimpa oknum anggota dewan ini, bermula saat terdakwa datang ke kantor Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Palas menjumpai Wiskan Wardana Hasibuan sekitar Maret 2013.

Oleh terdakwa menawarkan kepada Wiskan bahwa dirinya mengaku bisa meluluskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Palas. Karena pengadaan alat koreksi ujian adalah timnya. Berselang beberapa hari kemudian terdakwa kembali mendatangi Wiskan Wardana di BKD.

Terdakwa kemudian kembali meyakinkan Wiskan Wardana, bahwa bisa mengurus kelulusan PNS. Dengan bayaran  Rp120 juta untuk pelamar murni dan Rp40 juta untuk pelamar honor K2.

Ketika kemudian Wiskan Wardana Hasibuan di rumahnya di Desa Paringonan Kecamatan Ulu Barumun, ada sekitar 28 orang sanak saudara yang datang secara bergantian termasuk di antaranya saksi Safaruddin Pasaribu, Muhammad Yafisan Nasution dan Irhamuddin Harahap untuk minta tolong supaya diurus menjadi CPNS pada 2013 lalu.

Kemudian karena ingat dengan janji- janji terdakwa yang bisa mengurus CPNS ke Menpan RB, sehingga saksi Wiskan Wardana menerima pengurusan 28 orang tersebut lalu saksi Wiskan menerima uang sebanyak Rp2,7 miliar.

Lalu saksi menyerahkan uang kepa terdakwa secara bertahap di mana pada setiap penyerahan uang tersebut terdakwa berjanji akan mengembalikan uang tersebut apa bila kepengurusan tidak berhasil.  Namun sampai saat ini tidak ada yang lulus. Od-Fir