Anggaran Pembangunan Halte, Shelter dan Rambu Jalan di Binjai Diduga Sarat KKN

oleh -1.945 views
Penampakan pembangunan halte di Kota Binjai.

Binjai–ORBIT: Terkait kecurangan realisasi pembuatan Halte, Shelter dan rambu jalan yang belum rampung dikerjakan menggunanakan anggaran sebesar Rp3.993.141.900,- yang bersumber dari APBD Tahun 2018, Kepala Dinas Perhubungan Kota Binjai, Syahrial SH belum juga mengklarifikasi secara lengkap kepada media.

Sementara itu Aktivis Penggiat Anti korupsi kota Binjai M Simarmata yang juga menelepon Syahrial terus menerus untuk mempertanyakkan proyek yang dinilai curang dikerjakan dan terindikasi sarat dengan KKN tersebut.

Sesuai dengan hasil investigasinya, M Simarmata yang juga pengurus LSM Gatwamtra kota Binjai membeberkan bahwa proyek pembuatan halte dikerjakan oleh rekanan (PT.Duta Multi Anugrah) tidak sesuai RAB dan Juknis serta spesipikasi yang ada sehingga pekerjaan terkesan asal jadi.

“Kita melihat langsung di lapangan bahwa material semen cor untuk pondasi lantai dasar hanya dibuat dengan ketinggian 15.cm seharusnya dibuat tingginya 25 cm sedangkan material semen aduk untuk lantai atas dikerjakan oleh rekanan hanya 15 cm, padahal harusnya 25 cm,” katanya.

Ia mengaku telah menelpon Syahrial secra langsung. “Perlakuan ini kan jelas curang dikerjakan pihak rekanan,” ujarnya mencontohkan perkataannya kepada Kadis Syahrial melalui jaringan selulernya.

Gencarnya pertanyaan bernada tudingan yang terus mengarah kepada Kadis Perhubungan kota Binjai membuat Syahrial semakin terbebani. “Kalau proyek itu bermasalah, konsultanlah yang bertanggung jawab. Semua masalah tehnis yang bertangung jawab itu adalah Konsultan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PPTK dan Pengawas lapangan,” ujar Simarmata mencontohkan perkataan Syahrial.

Namun saat Simarmata mulai mempertanyakkan pekerjaan yang sama pada anggaran tahun 2017 lalu di wilayah kota Binjai dimana kualitas dan hasil kerjanya juga tidak sesuai dengan RAB dan juknis serta spesipikasi yang ada, Syahrial berjanji akan segera mempertemukan dengan pihak rekanan (Buyung Ozi dan Maulana), PPK, PPTK dan Pengawas Lapangan untuk mediasi terkait pembuatan Halte, Shelter dan rambu jalan Tahun 2018.

“Oke pak hari ini saya pertemukan dengan personil yang terkait kalau itu permintaannya,” ujar Syahrial melalui telepon.

Menanggapi hal ini, M Simarmata mengaku merasa kecewa terhadap Syahrial karena baru mau memfasilitasi setelah ada temuan dari pihaknya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ulang, Syahrial kepada Orbit, kamis (30/8/2018) menjelaskan semua masalah tehnis yang bertanggung jawab adalah konsultannya. “Namun saya sesalkan ada oknum anggota dewan yang bukan tupoksinya memberikan statement terhadap pekerjaan proyek ini. Kita sesalkan ada oknum anggota DPRD yang asbun terhadap pekerjaan proyek ini,” ujarnya kesal. Od-09