Anak Pemilik KIA Sebagai Upaya Pencegahan Perdagangan Anak

oleh -238 views

BALIGE – Dari 39.696 jumlah anak yang ada di wilayah Kabupaten Toba Samosir, sebanyak 29.614 anak sudah memiliki data kelahiran atau Akta Lahir (AL).

“Cakupan kepemilikan akta kelahiran bagi anak usia 0 sd 18 tahun di Kabupaten Toba Samosir berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester I tahun 2019 sebesar 74.6 persen,” terang Hendra Butarbutar, pejabat dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  (Disdukcapil) Toba Samosir.

Hal itu disampaikan Hendra ditengah berlangsungnya kegiatan rapat kerja peningkatan cakupan akta dimaksud yang dilaksanakan di aula SMKN 1 Balige pada Jumat (15/11/2019).

Hendra yang merupakan Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Tobasa mengaku belum puas atas hasil yang sudah dicapai saat ini. “Dengan ini kami harapkan peran para bapak ibu untuk gencar mensosialisasikan pentingnya akta itu,”

“Dengan demikian, pelaksanaan program penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bentuk pemenuhan kewajiban kepemilikan identitas bagi setiap penduduk yang berusia kurang 17 tahun bisa maksimal,” ujarnya seraya menyebut hingga kini yang sudah memiliki KIA sudah 9.300 dari target 10.000 anak tahun 2019.

Selanjutnya, Hendra secara detail memaparkan berbagai hal terkait pencetakan akta kelahiran dan KIA yang tampak direpson serius para peserta yahg terdiri dari segenap kepala desa, lurah, camat didampingi para stafnya se Toba Samosir.

Sementara itu, Wakil Bupati Tobasa, Ir Hulman Sitorus didampingi para pejabatnya seperti Lalo H Simanjuntak, Kadis Kominfo yang turut hadir saat itu tampak menyerahkan KIA bagi para murid dari SDN 1 Balige dan SDN 07 Balige. “Ini sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah,”

“Kartu ini juga bisa digunakan untuk transaksi keuangan, pelayanan kesehatan, mencegah perdagangan anak dan lainnya. Mengerti anak anak? Itulah fungsinya ini,” sahut Wakil Bupati dijawab mengerti para siswa.

Informasi yang berhasil diperoleh media, kecamatan dengan jumlah anak terbanyak yakni Balige sebanyak 7.911 sedangkan yang paling sedikit yakni Tampahan dengan jumlah sebanyak 1029 anak.

Reporter : Bernard Tampubolon