Abaikan Somasi, DPP LASQI Laporkan Tarmizi Tohor Cs ke Polda Metro Jaya

oleh -206 views

MEDAN |

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), melalui kuasa hukumnya Gunawan SH melaporkan Tarmizi Tohor Cs ke Polda Metro Jaya terkait tindak pidana pemalsuan surat sesuai dengan Pasal 263 KUHP.

Hal itu, berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : B/5372/X/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 27 Oktober 2021.

“Benar kita sudah buat laporan dan diterima oleh Ditreskrim Polda Metro Jaya tanggal 27 Oktober 2021 lalu. Namun, hingga saat ini masih dalan proses pihak Kepolisian, makanya kita masih menunggu,” kata Sekretaris Jendral DPP LASQI H Baharuddin, Minggu (31/10/2021).

Menurut Baharudin, sebelum membuat laporan ke Polda Metro Jaya, DPP LASQI melalui kuasa hukum telah melayangkan somasi kepada Tarmizi Tohor Cs atas penggunaan atribut, nama, lambang, bendera, serta kegiatan yang mengatasnamakan DPP LASQI.

“Namun, yang bersangkutan terkesan mengabaikan somasi tersebut. Malah, hingga saat ini masih tetap melaksanakan aktivitas sebagai pengurus LASQI”, ujarnya.

Bahkan, ungkap Baharuddin, baru-baru ini ada beredarnya surat edaran ajakan mengikuti kegiatan mereka di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Padahal sangatlah jelas, bahwa DPP LASQI yang sah sesuai dengan Surat Keputusan KEMENKUMHAM RI dan yang memiliki Nomot Induk Berusaha adalah DPP LASQI yang dipimpin oleh Lisda Hendrajoni”, ungkapnya.

Baharuddin juga menerangkan, memang dualisme kepemimpinan LASQI berawal saat adanya dua kubu yang berbeda pandangan. Namun, persoalan tersebut sudah dapat diselesaikan, dengan terbitnya Surat Keputusan KEMENKUMHAM RI yang mengesahkan kepengurusan LASQI dengan Ketua Umum Lisda Hendrajoni.

“Tapi, pihak yang dinyatakan kalah sepertinya belum menerima keputusan tersebut dengan membentuk kepengurusan LASQI versi Tarmizi Tohor dan melaksanakan aktivitas selayaknya DPP LASQI”, terang Baharuddin.

Ketua DPP LASQI Hj Lisda Hendrajoni juga membenarkan perihal melaporkan Tarmizi Tohor Cs ke Ditreskrim Polda Metro Jaya. Namun Anggota Komisi VIII ini, sangat menyayangkan sikap Tarmizi Tohor Cs, yang mengabaikan cara penyelesaian secara kekeluargaan.

“Sebenarnya, kita sangat berharap persoalan ini dapat dilaksanakan secara kebersamaan dan kekeluargaan. Oleh karenanya kami melayangkan somasi, agar yang bersangkutan datang dan berdiskusi demi kemajuan LASQI kedepan”, sebut Anggota DPR RI Komisi VII itu.

Lisda Hendrajoni juga mengatakan, bagi kami yang paling penting saat ini adalah bagaimana menjadikan LASQI sebagai organisasi yang inovatif kedepannya, sehingga dan bermanfaat bagi para pelaku seni dan qasidah.

Namun, kata Lisda Hendrajoni, dengan adanya persoalan-persoalan seperti ini jelas akan berdampak bagi kepengurusan dan anggota, baik yang di pusat maupun daerah.

Jadi yang terpenting, tegas Lisda Hendrajoni, dengan ini kami akan mengajak seluruh pihak untuk kita berjuang bersama guna membesarkan LASQI.

REPORTER : DODI POHAN