7000 Hektar Pertahun Lahan Sawah Hilang dan Tak Satu Pun Sengketa Tanah Terselesaikan

oleh -16 views
Sugianto Makmur (foto/Ist)

suaramahardika.co.id|MEDAN- Tujuan Gubsu mewujudkan masyarakat berpenghasilan cukup, ketersediaan bahan pangan, dan terjangkaunya harga barang melalui program peningkatan daya saing masyarakat dengan memprioritaskan kembali ke sektor agraris terancam gagal, sebab Gubsu tidak mampu menghentikan tingginya tingkat konversi lahan sawah dan pemahaman yang rendah tentang pertanian modern.

“Dari data-data yang kami peroleh di tahun 2017, luas lahan sawah di Sumut 427.262 hektar, turun 1,77 % atau 7.704 hektar dibandingkan luas lahan sawah pada tahun 2016. Selanjutnya rata-rata pertahun lahan sawah di Sumut terkonversi seluas 1,67% atau 7.000 hektar menjadi lahan-lahan non pertanian. Hingga kini kami belum melihat usaha yang sungguh-sungguh dilakukan oleh Gubsu dalam menekan laju alih fungsi lahan sawah tersebut,” ungkap Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Sugianto Makmur dalam siaran persnya tentang penilaian dan evaluasi setangah periode Gubsu pada Senin (1/3/2021)

Selanjutnya, Sugianto yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan DPD PDI Perjuangan SUMUT menyatakan bahwa defisit luas lahan sawah yang konsisten 1,67% pertahun membuktikan bahwa Edy Rahmayadi sebagai Gubsu tidak memiliki kemampuan dan tidak mengerti menjalankan program ketahanan pangan. Oleh karenanya program peningkatan daya saing masyarakat dengan memprioritaskan kembali ke sektor agraris hanya omong kosong belaka. Bahkan pupuk subsidi pun sulit didapatkan petani. Dan kejadian ini berulang dari tahun ke tahun.