10 Produk Unggulan Lokal Tobasa Bakal Lolos Uji BPOM, Paling Banyak Kopi

oleh -1.832 views
Ilustrasi.

Porsea – ORBIT: Sulitnya mendapatkan ijin berupa sertifikat atau pengakuan dari pemerintah atas suatu produk makanan, minuman dan obat – obatan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menjadi suatu dilema bagi para warga yang melakoni usaha sebagaimana dimaksud.

Segitu banyak warga masyarakat Indonesia yang melakukan riset bahkan secara turun temurun hingga menemukan “sesuatu” yang berdasarkan pengalamannya bahwa sesungguhnya “sesuatu” itu samasekali tidak memiliki dampak buruk yang bisa merugikan kesehatan manusia.

Namun hal itu bukanlah sesuatu yang semata mata menjadi ukuran baginya untuk bebas memperjual belikan “sesuatu” itu kepada khalayak umum. Ada aturan yang membatasinya. “Sesuatu” itu harus melewati sejumlah tingkat prosed pemeriksaan yang hanya bisa dilakukan oleh BPOM.

Tanpa rekomendasi dari BPOM yang diatur oleh Peraturan, jangan coba coba memperjualbelikan “sesuatu”  itu bila tidak ingin berhadapan dengan penegak hukum.

Adalah Ultri Sonlahir Simangunsong, Staf Ahli Hukum, Politik, dan Pemerintahan Pemkab Toba Samosir hadir dan membuat terobosan dan mungkin yang pertama di Indonesia, atas bimbingan Kepala Balai Besar POM Medan menciptakan model kelembagaan Multiaktor – Multisektor.

“Model ini merupakan program rintisan (pilot project) antara Balai Besar POM di Medan dengan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir,” demikian disampaikan Ultri saat dikonfirmasi via selularnya, Kamis (7/3/2019) sore.

Sebagai usaha perdana dalam upaya membantu para usahawan di Tobasa untuk bisa mendapatkan sertifikat BPOM, Pemkab Tobasa menggandeng BPOM di Medan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati, Ir Darwin Siagian pada 27-12-2018 di USU, Medan.

Kini, salah satu butir daripada MoU itu telah sukses dilaksanakan, yakni “Kegiatan Pelatihan Fasilitator Masyarakat / Desa Aman Pangan dan Penyuluhan Keamanan Pangan (PNS)” pada Senin – Rabu (4-6/3/2019) dengan mengambil lokasi di Taman Eden 1000, Kec. Lumbanjulu dan SKB, Kec. Porsea.

Dimana selama acara itu diselenggarakan, pihak dari Badan POM yakni Kepala Bidang Penindakan Fajar Sidik serta Fasilitator Muhdi secara tekun melaksanakan pelatihan hingga selesai.

Lanjut diuraikan Ultri, bahwa saat ini pihaknya sedang mengajukan ‘Program Pemberdayaan Produk Unggulan Daerah Toba (Progpemperda)’ yang akan membantu Petani dan para Pelaku Usaha dalam menghasilkan produks-nya hingga pemasaran.

“Nanti pada Sabtu (9/3) di Habinsaran, sekaitan dengan hari jadi Tobasa akan dilaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 6 OPD terkait Peningkatan Efektivitas Pengawasan di Bidang Obat dan Makanan serta Pemberdayaan Produk Unggulan Daerah,” terang Ultri bersemangat.

Pada saat hari jadi ke-20 itu juga, dirinya mengharap, 10 jenis produk unggulan yang sebentar lagi akan memperoleh izin edar secara nasional oleh BPOM serta jaminan produk halal dapat di-launching.

Adapun 10 produk unggulan itu yakni:

1. Kopi hutanta robusta biji

2. Kopi hutanta arabika biji

3. Kopi hutanta robusta serbuk

4. Kopi hutannta arabika biji

5. Kopi hutanta _roasted blended_

6. Andaliman taman eden 100 biji

7. Andaliman taman eden 100 serbuk

8. Andaljman taman eden 100 biji

9. Kacang garing Hinalang

10. Teh – daun kelor – Moringga.

Diakhir pembicaraan, secara khusus, Ultri Sonlahir Simangunsong menyampaikan terimakasih kepada Pimpinan Indo Agro dan Indogrosir pemasok ke gerai alfa/ indo mart/ midi karena saat pelatihan fasilitator masyarakat dan penyuluh pangan (PNS) sdh membuka diri untuk produk kopi kita via kopi sibisa. Od-BT